• Contact
Rabu, April 15, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Warga Aksi Jurnalis Warga

Setahun Prabowo-Gibran: Sibuk Ngonten, Blunder, dan Klarifikasi

Redaksi Idenera by Redaksi Idenera
Oktober 21, 2025
in Jurnalis Warga, Kampus, Warga
Reading Time: 2 mins read
0

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Surabaya (ABS) menilai satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran belum menunjukkan arah perubahan yang dijanjikan.

Hal itu disampaikan Koordinator Umum ABS, Nasrawi , dalam forum Cangkruk’an Mahasiswa Surabaya di Surabaya, Senin (20/10/2025). Forum bertema “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Janji, Realita, dan Harapan Bangsa” itu menjadi ajang refleksi bagi mahasiswa terhadap pemerintah.

“Satu tahun bukan waktu panjang, tapi cukup untuk menilai apakah janji-janji besar mulai diwujudkan? atau justru gemuknya kekuasaan, sempitnya keadilan,” ujar Nasrawi.

Nasrawi melansir data lembaga riset IndoStrategi yang menilai kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran berada di level sedang dengan skor 3,07 dari 5.

“Pemberantasan korupsi cukup baik. Ada gebrakan di bidang kesehatan gratis dan sekolah rakyat. Tapi 19 juta lapangan kerja masih angan. HAM stagnan sementara birokrasi, sibuk ngonten, blunder, lalu klarifikasi,” lanjutnya.

Suasana Cangkruk’an Mahasiswa Surabaya di Kafe Mahabarata, Kalijudan, Surabaya, Senin (20/10/2025). Foto: ABS

Ia menambahkan, banyak indikator dan pandangan pakar yang menunjukkan tanda bahaya bagi arah pemerintahan. Diantaranya kabinet gemuk akibat transaksi politik, program-program yang tidak efektif dan keterlibatan militer pada ranah sipil.

“Negara bicara efisiensi, tapi kabinet justru membengkak. Bicara demokrasi, tapi ruang kritik makin sempit. Militerisasi kebijakan sipil kini dilegalkan atas nama stabilitas,” katanya.

Menurutnya, kritik mahasiswa bukan bentuk kebencian, melainkan tanggung jawab moral sebagai bagian dari rakyat untuk mengawasi kekuasaan.

BacaJuga

Peneliti Ecoton

Fast Fashion Sumbang Mikroplastik Dalam Darah

April 9, 2026
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026
Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Maret 6, 2026
UKWMS dan AFTI  Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

UKWMS dan AFTI Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

Maret 4, 2026

“Kritik mahasiswa bukan kebencian, tapi cinta pada republik,” tegasnya.

Gambar utama hasil AI Generate.

Tags: ABSPrabowoSurabaya
SummarizeShare234Send
Previous Post

Mengenang Pendeta Yeremia Zanambani

Next Post

Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Mandek, KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih

Redaksi Idenera

Redaksi Idenera

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kontribusi dalam bentuk tulisan opini, reportase, resensi dan cepen dapat dikirim ke: redaksi.idenera@gmail.com. Semua tulisan dikurasi sebelum dipublikasi.

Related Posts

Peneliti Ecoton
Lingkungan

Fast Fashion Sumbang Mikroplastik Dalam Darah

by Andre Yuris
April 9, 2026
0

Peneliti Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) menemukan sembilan partikel mikroplastik poliester dalam darah perempuan di Jawa Timur. Temuan partikel...

Read moreDetails
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026
Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Maret 6, 2026
UKWMS dan AFTI  Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

UKWMS dan AFTI Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

Maret 4, 2026
AJI Latih Jurnalis Bongkar Operasi Informasi Asing dan Domestik

AJI Latih Jurnalis Bongkar Operasi Informasi Asing dan Domestik

Maret 6, 2026
Berjalan Kaki di Kota Surabaya Seperti Bertaruh Nyawa

Berjalan Kaki di Kota Surabaya Seperti Bertaruh Nyawa

Februari 23, 2026
Tabir Getir Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Tabir Getir Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Februari 2, 2026
Next Post
Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Mandek, KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih

Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Mandek, KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA