• Contact
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Filsafat Narasi

Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Anicetus Windarto by Anicetus Windarto
Mei 25, 2026
in Narasi, Warga
Reading Time: 2 mins read
0

Saat pertama kali menonton aksi musik Rock in Halte di CFD (Car Free Day) Solo, ingatan akan masa SMP dan SMA terlintas begitu saja. Khususnya ingatan pada sosok seorang sahabat yang suaranya mirip dengan salah satu vokalis yang manggung di aksi musik itu. Meski suaranya bising, tapi mampu merekatkan siapa pun yang melintas di sana.

Itulah yang membuat aksi musik di pagi hari itu tak sepi dari pengunjung. Meski bukan lagi genre musik masa kini, daya magnetnya masih terasa begitu kuat. Maka tak heran jika aksi musik itu tetap didengarkan dan diminati, termasuk oleh generasi yang gaya hidupnya telah dilonggarkan oleh beragam teknologi di era akal imitasi (AI).

Pelonggaran itulah yang membuat aksi musik ini terdampar di halte. Tempat persinggahan sementara yang memungkinkan orang bertemu muka dan bertegur-sapa, Di sinilah aksi musik ini terasa begitu plural. Itu artinya, tiada lagi benteng atau sekat yang membuat setiap pengunjung dapat bernyanyi sambil berimajinasi seperti ketika sedang berada di kamar mandi. Maka, tak heran jika Seno Gumira Ajidarma pernah menulis cerpen yang berjudul “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995).
‎
‎Dalam cerpen itu, dikisahkan bagaimana lagu yang dinyanyikan oleh seorang perempuan saat sedang berada di kamar mandi justru menimbulkan “keresahan” di masyarakat. Bukan hanya karena suaranya,namun terlebih lantaran imajinasi yang ditimbulkan oleh suara sang penyanyi itu. Meski suaranya tidak bising alias merdu mendayu-dayu, dampaknya memang menghasilkan kebisingan yang luar biasa (subversi).

Aneh tapi nyata, memang. Suara yang tanpa intensi dan pretensi saja dapat menjadi ancaman yang tak dibayangkan sebelumnya. Masalahnya, apakah suara seperti itu mau diperlakukan sebagai apa? Gangguan yang semakin melonggarkan relasi dengan liyan? Atau, wahana untuk merekatkan satu sama lain agar semakin akrab dalam menjalani kehidupan?
‎
‎Tentu, Rock in Halte bukan sekadar panggung untuk tampil (show of force). Tetapi ini adalah arena untuk bertemu dan bertegur sapa dengan siapa pun yang ada di samping kiri dan kanan setiap orang yang hadir. Meski hanya lalu-lalang semata, siapa pun yang melintas di sana telah menunjukkan bahwa tak perlu risih untuk bersesama. Karena hal itu hanya mensyaratkan setiap orang yang hadir tidak membawa cermin perbedaan. Dengan demikian, tak ada yang perlu dipertentangkan, apakah suka atau tidak terhadap musik rock, misalnya. Yang penting tertarik dan berminat untuk hadir, meski hanya mampir atau singgah sejenak.

BacaJuga

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Mei 20, 2026
Pesta Babi, Kolonialisme Jaman Kita

Pesta Babi, Kolonialisme Jaman Kita

Mei 15, 2026
Sebelum 13 Mei Menjadi Sekadar Tanggal

Sebelum 13 Mei Menjadi Sekadar Tanggal

Mei 13, 2026
Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Mei 4, 2026

Rock in Halte memang adalah tontonan. Tapi aksi itu juga memberi tuntunan. Bahwa untuk menjadi plural dibutuhkan bahasa bersama yang mampu menyuarakan kepentingan sebagai sesama. Hidup Rock in Halte. Jayalah selalu.


Ilustrasi diolah dengan ChatGPT.


tapi

Tags: Anicetus WindartoMusikRock In Halte
SummarizeShare234Send
Previous Post

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Anicetus Windarto

Anicetus Windarto

Pengawai di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Related Posts

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau
Aksi

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

by Redaksi Idenera
Mei 20, 2026
0

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya bersama AJI Jakarta menggelar acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter bertajuk Di Balik...

Read moreDetails
Pesta Babi, Kolonialisme Jaman Kita

Pesta Babi, Kolonialisme Jaman Kita

Mei 15, 2026
Sebelum 13 Mei Menjadi Sekadar Tanggal

Sebelum 13 Mei Menjadi Sekadar Tanggal

Mei 13, 2026
Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Mei 4, 2026
Pendidikan dan Relevansi

Pendidikan dan Relevansi

April 30, 2026
Andrie Yunus dan Teater Teror

Andrie Yunus dan Teater Teror

April 27, 2026
Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA