• Contact
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Warga Aksi

Eko Prasetyo : Perburuan Aktivis Harus Dihentikan

Redaksi Idenera by Redaksi Idenera
Oktober 9, 2025
in Aksi, Video, Warga
Reading Time: 2 mins read
0

Perburuan aktivis kembali terjadi setelah Polda Jawa Timur memanggil Eko Prasetyo dan Naysilla Rose sebagai saksi dalam kasus dugaan kerusuhan di Kediri yang menyeret aktivis Muhammad Fakhrurrozi (Paul).

Keduanya diperiksa oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Jatim pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Pemanggilan Eko dinilai janggal karena ia dikenal luas sebagai penggagas reformasi kepolisian dan tokoh masyarakat sipil yang konsisten memperjuangkan perubahan. Sejak 1990-an, Eko Prasetyo aktif mendorong konsep Community Oriented Policing dan menulis buku Polisi, Masyarakat, dan Negara.

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Jawa Timur menilai pemanggilan ini sebagai bagian dari pola pembungkaman ruang demokrasi dan perburuan aktivis.

“Kami mengecam langkah tergesa-gesa Polda Jatim yang melanggar prinsip due process of law dan menegaskan bahwa dasar pemeriksaan terhadap para saksi masih kabur” kata Habibus Shalihin, mewakili TAUD Jatim.

Terkait perburuan aktivis, kepada Idenera.com, Eko Prasetyo mengatakan “Saya pikir perburuan aktivis harus dihentikan. Karena para aktivis itu warga negara yang kritis dan banyak menyumbang bagi perubahan polisi.”

BacaJuga

Peneliti Ecoton

Fast Fashion Sumbang Mikroplastik Dalam Darah

April 9, 2026
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026
Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Maret 6, 2026
UKWMS dan AFTI  Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

UKWMS dan AFTI Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

Maret 4, 2026

Ia juga mengatakan bahwa polisi seharusnya belajar dari sejarah, sebab polisi yang bisa berdiri sendiri dan lepas dari ABRI karena jasa para aktivis saat itu.

“Saya menghadiri pemeriksaan sekalian mau melihat sejauh mana polisi mereformasi dirinya” tegas Eko.

Tags: Eko PrasetyoReformasi Polisi
SummarizeShare234Send
Previous Post

Asfinawati : Perburuan Aktivis, Kesalahan Kapolri Juga Presiden

Next Post

Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Redaksi Idenera

Redaksi Idenera

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kontribusi dalam bentuk tulisan opini, reportase, resensi dan cepen dapat dikirim ke: redaksi.idenera@gmail.com. Semua tulisan dikurasi sebelum dipublikasi.

Related Posts

Peneliti Ecoton
Lingkungan

Fast Fashion Sumbang Mikroplastik Dalam Darah

by Andre Yuris
April 9, 2026
0

Peneliti Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) menemukan sembilan partikel mikroplastik poliester dalam darah perempuan di Jawa Timur. Temuan partikel...

Read moreDetails
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026
Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Maret 6, 2026
UKWMS dan AFTI  Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

UKWMS dan AFTI Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

Maret 4, 2026
AJI Latih Jurnalis Bongkar Operasi Informasi Asing dan Domestik

AJI Latih Jurnalis Bongkar Operasi Informasi Asing dan Domestik

Maret 6, 2026
Berjalan Kaki di Kota Surabaya Seperti Bertaruh Nyawa

Berjalan Kaki di Kota Surabaya Seperti Bertaruh Nyawa

Februari 23, 2026
Tabir Getir Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Tabir Getir Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Februari 2, 2026
Next Post
Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA