Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result

Eko Prasetyo : Perburuan Aktivis Harus Dihentikan

Redaksi Idenera by Redaksi Idenera
Oktober 9, 2025
in Aksi, Video, Warga
Reading Time: 2 mins read

Perburuan aktivis kembali terjadi setelah Polda Jawa Timur memanggil Eko Prasetyo dan Naysilla Rose sebagai saksi dalam kasus dugaan kerusuhan di Kediri yang menyeret aktivis Muhammad Fakhrurrozi (Paul).

Keduanya diperiksa oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Jatim pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Pemanggilan Eko dinilai janggal karena ia dikenal luas sebagai penggagas reformasi kepolisian dan tokoh masyarakat sipil yang konsisten memperjuangkan perubahan. Sejak 1990-an, Eko Prasetyo aktif mendorong konsep Community Oriented Policing dan menulis buku Polisi, Masyarakat, dan Negara.

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Jawa Timur menilai pemanggilan ini sebagai bagian dari pola pembungkaman ruang demokrasi dan perburuan aktivis.

Baca juga:

No Content Available

“Kami mengecam langkah tergesa-gesa Polda Jatim yang melanggar prinsip due process of law dan menegaskan bahwa dasar pemeriksaan terhadap para saksi masih kabur” kata Habibus Shalihin, mewakili TAUD Jatim.

Terkait perburuan aktivis, kepada Idenera.com, Eko Prasetyo mengatakan “Saya pikir perburuan aktivis harus dihentikan. Karena para aktivis itu warga negara yang kritis dan banyak menyumbang bagi perubahan polisi.”

Ia juga mengatakan bahwa polisi seharusnya belajar dari sejarah, sebab polisi yang bisa berdiri sendiri dan lepas dari ABRI karena jasa para aktivis saat itu.

“Saya menghadiri pemeriksaan sekalian mau melihat sejauh mana polisi mereformasi dirinya” tegas Eko.

Tags: Eko PrasetyoReformasi Polisi
SummarizeShare234Send
Previous Post

Asfinawati : Perburuan Aktivis, Kesalahan Kapolri Juga Presiden

Next Post

Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Redaksi Idenera

Redaksi Idenera

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kontribusi dalam bentuk tulisan opini, reportase, resensi dan cepen dapat dikirim ke: redaksi.idenera@gmail.com. Semua tulisan dikurasi sebelum dipublikasi.

Related Stories

Tabir Getir Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Tabir Getir Child Grooming dalam Buku Broken Strings

by Redaksi Idenera
Februari 2, 2026
0

Buku memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warganet tidak menyangka bahwa di balik konten yang menghibur dan akting Aurelie di sejumlah film,...

Moke dan Sopi, Antara Adat dan Hidup

Moke dan Sopi, Antara Adat dan Hidup

by Fian Roger
Januari 29, 2026
0

Saban tahun, Polisi di NTT menyita dan memusnahkan ribuan liter Sopi karena dianggap menciptakan masyarakat pecandu alkohol yang doyan mabuk dan bikin kekacauan. Namun sebaliknya, Victor Bungtilu Laiskodat (Gubernur NTT...

Solusi Palsu Pemerintah Atasi Darurat Sampah

Solusi Palsu Pemerintah Atasi Darurat Sampah

by Redaksi Idenera
Januari 21, 2026
0

Alih-alih mengatasi persoalan sampah, solusi palsu yang ditawarkan pemerintah justru mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan warga.

Lenyapnya Sisi Politis Reyog

Lenyapnya Sisi Politis Reyog

by Heru Hutomo
Januari 19, 2026
0

Arya Banyak Wide atau yang kelak dikenal sebagai Arya Wiraraja yang secara genealogis maupun ideologis menurunkan para visioner nusantara. Satu di antaranya adalah Mada. Semasa bocah, pengucap sumpah...

Next Post
Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Follow us

Artikel Terbaru

Ajaran Islam dan Kerusakan Lingkungan

Ajaran Islam dan Kerusakan Lingkungan

Januari 20, 2026
Lenyapnya Sisi Politis Reyog

Lenyapnya Sisi Politis Reyog

Januari 19, 2026

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2025 Idenera.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2025 Idenera.com