• Contact
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Warga Aksi Jurnalis Warga

Setahun Prabowo-Gibran: Sibuk Ngonten, Blunder, dan Klarifikasi

Redaksi Idenera by Redaksi Idenera
Oktober 21, 2025
in Jurnalis Warga, Kampus, Warga
Reading Time: 2 mins read
0

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Surabaya (ABS) menilai satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran belum menunjukkan arah perubahan yang dijanjikan.

Hal itu disampaikan Koordinator Umum ABS, Nasrawi , dalam forum Cangkruk’an Mahasiswa Surabaya di Surabaya, Senin (20/10/2025). Forum bertema “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Janji, Realita, dan Harapan Bangsa” itu menjadi ajang refleksi bagi mahasiswa terhadap pemerintah.

“Satu tahun bukan waktu panjang, tapi cukup untuk menilai apakah janji-janji besar mulai diwujudkan? atau justru gemuknya kekuasaan, sempitnya keadilan,” ujar Nasrawi.

Nasrawi melansir data lembaga riset IndoStrategi yang menilai kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran berada di level sedang dengan skor 3,07 dari 5.

“Pemberantasan korupsi cukup baik. Ada gebrakan di bidang kesehatan gratis dan sekolah rakyat. Tapi 19 juta lapangan kerja masih angan. HAM stagnan sementara birokrasi, sibuk ngonten, blunder, lalu klarifikasi,” lanjutnya.

Suasana Cangkruk’an Mahasiswa Surabaya di Kafe Mahabarata, Kalijudan, Surabaya, Senin (20/10/2025). Foto: ABS

Ia menambahkan, banyak indikator dan pandangan pakar yang menunjukkan tanda bahaya bagi arah pemerintahan. Diantaranya kabinet gemuk akibat transaksi politik, program-program yang tidak efektif dan keterlibatan militer pada ranah sipil.

“Negara bicara efisiensi, tapi kabinet justru membengkak. Bicara demokrasi, tapi ruang kritik makin sempit. Militerisasi kebijakan sipil kini dilegalkan atas nama stabilitas,” katanya.

BacaJuga

20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

Mei 30, 2026
Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Mei 25, 2026
Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Mei 20, 2026
Sistem Sengaja Bikin Upah Dosen Tetap Murah

Sistem Sengaja Bikin Upah Dosen Tetap Murah

Mei 6, 2026

Menurutnya, kritik mahasiswa bukan bentuk kebencian, melainkan tanggung jawab moral sebagai bagian dari rakyat untuk mengawasi kekuasaan.

“Kritik mahasiswa bukan kebencian, tapi cinta pada republik,” tegasnya.

Gambar utama hasil AI Generate.

Tags: ABSPrabowoSurabaya
SummarizeShare234Send
Previous Post

Mengenang Pendeta Yeremia Zanambani

Next Post

Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Mandek, KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih

Redaksi Idenera

Redaksi Idenera

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kontribusi dalam bentuk tulisan opini, reportase, resensi dan cepen dapat dikirim ke: redaksi.idenera@gmail.com. Semua tulisan dikurasi sebelum dipublikasi.

Related Posts

20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai
Aksi

20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

by Dimas Kuswantoro
Mei 30, 2026
0

Di atas tanah yang sebagian masih terendam lumpur, puluhan warga penyintas bencana Lapindo dua puluh tahun lalu berkumpul untuk menyuarakan...

Read moreDetails
Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Mei 25, 2026
Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Mei 20, 2026
Sistem Sengaja Bikin Upah Dosen Tetap Murah

Sistem Sengaja Bikin Upah Dosen Tetap Murah

Mei 6, 2026
Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Mei 4, 2026
Andrie Yunus dan Teater Teror

Andrie Yunus dan Teater Teror

April 27, 2026
Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

April 24, 2026
Next Post
Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Mandek, KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih

Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Mandek, KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA