• Contact
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Warga Aksi

Eko Prasetyo : Perburuan Aktivis Harus Dihentikan

Redaksi Idenera by Redaksi Idenera
Oktober 9, 2025
in Aksi, Video, Warga
Reading Time: 2 mins read
0

Perburuan aktivis kembali terjadi setelah Polda Jawa Timur memanggil Eko Prasetyo dan Naysilla Rose sebagai saksi dalam kasus dugaan kerusuhan di Kediri yang menyeret aktivis Muhammad Fakhrurrozi (Paul).

Keduanya diperiksa oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Jatim pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Pemanggilan Eko dinilai janggal karena ia dikenal luas sebagai penggagas reformasi kepolisian dan tokoh masyarakat sipil yang konsisten memperjuangkan perubahan. Sejak 1990-an, Eko Prasetyo aktif mendorong konsep Community Oriented Policing dan menulis buku Polisi, Masyarakat, dan Negara.

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Jawa Timur menilai pemanggilan ini sebagai bagian dari pola pembungkaman ruang demokrasi dan perburuan aktivis.

BacaJuga

Sayap-sayap Kerukunan di Kemanukan

Sayap-sayap Kerukunan di Kemanukan

Juli 22, 2026
Ritual Syukur di Laut Masalembu yang Sekarat

Ritual Syukur di Laut Masalembu yang Sekarat

Juni 25, 2026
20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

Mei 30, 2026
Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Mei 25, 2026

“Kami mengecam langkah tergesa-gesa Polda Jatim yang melanggar prinsip due process of law dan menegaskan bahwa dasar pemeriksaan terhadap para saksi masih kabur” kata Habibus Shalihin, mewakili TAUD Jatim.

Terkait perburuan aktivis, kepada Idenera.com, Eko Prasetyo mengatakan “Saya pikir perburuan aktivis harus dihentikan. Karena para aktivis itu warga negara yang kritis dan banyak menyumbang bagi perubahan polisi.”

Ia juga mengatakan bahwa polisi seharusnya belajar dari sejarah, sebab polisi yang bisa berdiri sendiri dan lepas dari ABRI karena jasa para aktivis saat itu.

“Saya menghadiri pemeriksaan sekalian mau melihat sejauh mana polisi mereformasi dirinya” tegas Eko.

Tags: Eko PrasetyoReformasi Polisi
SummarizeShare234Send
Previous Post

Asfinawati : Perburuan Aktivis, Kesalahan Kapolri Juga Presiden

Next Post

Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Redaksi Idenera

Redaksi Idenera

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kontribusi dalam bentuk tulisan opini, reportase, resensi dan cepen dapat dikirim ke: redaksi.idenera@gmail.com. Semua tulisan dikurasi sebelum dipublikasi.

Related Posts

Sayap-sayap Kerukunan di Kemanukan
Warga

Sayap-sayap Kerukunan di Kemanukan

by Heru Hutomo
Juli 22, 2026
0

Kalamun nandhing sarira. Tinemu beda malah nyulayani. Benere dhewe ginunggung. Tinampik lyaning liyan. Beda kalian tepa sarira puniku. Ika kang...

Read moreDetails
Ritual Syukur di Laut Masalembu yang Sekarat

Ritual Syukur di Laut Masalembu yang Sekarat

Juni 25, 2026
20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

20 Tahun Lumpur Lapindo: Bencana dan Luka Belum Usai

Mei 30, 2026
Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Belajar Menjadi Plural d(ar)i Rock in Halte

Mei 25, 2026
Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Mei 20, 2026
Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Mei 4, 2026
Andrie Yunus dan Teater Teror

Andrie Yunus dan Teater Teror

April 27, 2026
Next Post
Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA