• Contact
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Warga Aksi

Paradoks Industri Rokok dalam Film Di Balik Ilusi Tembakau

Redaksi Idenera by Redaksi Idenera
Mei 20, 2026
in Aksi
Reading Time: 3 mins read
0

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya bersama AJI Jakarta menggelar acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter bertajuk Di Balik Ilusi Tembakau, Selasa (19/5/2026), di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Film ini mengangkat paradoks industri rokok di Indonesia yang selama ini jarang disorot.

Sutradara film, Irvan Imamsyah, mengatakan karyanya itu ingin membongkar wajah asli industri tembakau yang selama ini memoles citra kesejahteraan, padahal di baliknya menyisakan jeratan utang, penyakit, dan ketergantungan.

Film ini menampilkan berbagai kisah nyata, mulai dari petani tembakau yang tak kunjung merasakan kesejahteraan, para penyintas yang berjuang memulihkan hidupnya, keluarga yang kehilangan anggotanya, hingga generasi muda yang terus dibidik sebagai pasar.

Irvan Imamsyah (kanan) berdiskusi dengan Billy Daniel Messakh (kiri) pada kegiatan diskusi dan pemutaran film di Kampus Universitas Katolik Widya Mandala, Selasa, 19 Mei 2026. Foto: Andre Yuris

“Industri ini ibarat silent killer. Di balik pencitraannya, ada kenyataan yang sengaja dikaburkan, ada penyakit yang mengintai, ada buruh yang mulai tidak percaya pada industri ini,” ujar Irvan.

Ia menegaskan film tersebut bukan semata edukasi bagi perokok, melainkan juga ruang dialog bagi masyarakat sipil, pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dan pelaku industri.

Regulasi Dinilai Mandek

Program Manager Komite Nasional Pengendalian Tembakau, Nina Samidi, menilai film ini memperlihatkan betapa regulasi tembakau di Indonesia masih jalan di tempat. Ia menyoroti belum adanya aturan yang benar-benar melindungi masyarakat dari paparan rokok.

“Anak-anak masih dengan mudah mendapatkan rokok di warung, terpapar iklan, dan hidup di lingkungan yang penuh perokok. Itu akar masalahnya,” kata Nina.

Ia juga menyebut persoalan ini bukan murni soal kesehatan, melainkan sudah menyentuh ranah politik, karena pembuat regulasi kerap berada di bawah pengaruh kepentingan industri.

Nina Samidi (kiri) dan Valina Khiarin Nisa (kanan) pada kegiatan pemutaran film dan diskusi di Kampus Universitas Katolik Widya Mandala, Selasa, 19 Mei 2026. Foto: Andre Yuris

Trauma Psikis Hingga Mitos Fokus saat Merokok

Dosen Psikologi Universitas Airlangga, Valina Khiarin Nisa, mengapresiasi film ini karena menyentuh berbagai dimensi dampak rokok—kesehatan, ekonomi, hingga trauma psikologis.

Ia pun menepis anggapan umum bahwa merokok membuat seseorang lebih fokus. “Itu hanya keyakinan perokok yang belum pernah diuji kebenarannya,” tegasnya.

Valina turut mendorong pemerintah agar lebih tegas menegakkan sanksi di kawasan tanpa rokok (KTR) yang selama ini dinilai hanya sebatas slogan.

Surabaya Perketat Aturan KTR

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Billy Daniel Messakh, menyambut positif pemutaran film ini sebagai upaya mendukung kampanye anti-rokok yang tidak bisa hanya mengandalkan regulasi daerah.

Ia mengungkapkan Surabaya tengah memperketat aturan KTR, termasuk pembatasan iklan rokok di sekitar sekolah dan rumah sakit, serta rencana larangan merokok di kawasan perbelanjaan.

“Regulasi saja tidak cukup. Edukasi lewat film seperti ini melengkapi tekanan yang kami berikan,” katanya.

Pemutaran dan diskusi film Di Balik Ilusi Tembakau di Kampus Universitas Katolik Widya Mandala, Selasa, 19 Mei 2026. Foto: Andre Yuris

Direktur RSUD dr. Mohamad Soewandhie itu juga mengingatkan bahwa lingkungan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dari bahaya rokok.

BacaJuga

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

Mei 4, 2026
Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

April 24, 2026
Kronologis Operasi Teror terhadap Andrie Yunus

Kronologis Operasi Teror terhadap Andrie Yunus

April 22, 2026
Peneliti Ecoton

Fast Fashion Sumbang Mikroplastik Dalam Darah

April 9, 2026

Salah satu peserta diskusi, Inez, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari film ini, terutama soal nasib petani tembakau, dominasi pemilik modal dalam industri, hingga bagaimana desain kemasan dan iklan rokok dirancang untuk menjerat anak-anak.


Sumber: Siaran Pers AJI Surabaya. Foto: Andre Yuris


Tags: AJI SurabayaIlusi TembakauIrvan Imamsyah
SummarizeShare234Send
Previous Post

Pesta Babi, Kolonialisme Jaman Kita

Redaksi Idenera

Redaksi Idenera

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kontribusi dalam bentuk tulisan opini, reportase, resensi dan cepen dapat dikirim ke: redaksi.idenera@gmail.com. Semua tulisan dikurasi sebelum dipublikasi.

Related Posts

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia
Jurnalis Warga

Diblokir, Dibom, Dipukul: Ancaman Nyata Media Alternatif Indonesia

by Redaksi Idenera
Mei 4, 2026
0

Pada Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang jatuh pada 3 Mei 2026, Koalisi Media Alternatif (KoMA) Indonesia menyoroti pemblokiran Magdalene.co,...

Read moreDetails
Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

Interkulturalisme: Tan Khoen Swie, Tionghoa, dan Kejawen

April 24, 2026
Kronologis Operasi Teror terhadap Andrie Yunus

Kronologis Operasi Teror terhadap Andrie Yunus

April 22, 2026
Peneliti Ecoton

Fast Fashion Sumbang Mikroplastik Dalam Darah

April 9, 2026
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026
Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Tombole: Oleh-oleh Warisan Budaya Wakatobi

Mei 4, 2026
UKWMS dan AFTI  Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

UKWMS dan AFTI Bahas Krisis Ekologi dan Etika Teknologi

Maret 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
    • Eksplainer
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Foto
    • Telusur
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Kolaborasi
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA