• Contact
Kamis, April 30, 2026
  • Login
idenera
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami
No Result
View All Result
idenera
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Filsafat Narasi

Pendidikan dan Relevansi

Anastasia Jessica by Anastasia Jessica
April 30, 2026
in Narasi
Reading Time: 3 mins read
0

Yuval Noah Harari memprediksi bahwa pada 2050, banyak pekerjaan yang ada hari ini akan hilang. Jika demikian, pertanyaannya: apa sebenarnya yang dimaksud dengan “relevansi industri”? Siapa yang berhak menentukannya? Dan apakah ukuran relevansi hari ini masih akan bertahan dalam 5 atau 10 tahun ke depan?

Bekerja memang penting, tetapi pendidikan tidak dapat direduksi hanya sebagai jalur menuju penyerapan tenaga kerja. Pendidikan bertujuan membentuk manusia menjadi lebih manusiawi—bukan sekadar instrumen bagi kebutuhan industri. Jika orientasi ini hilang, pendidikan kehilangan makna dasarnya.

Penutupan Prodi

Rencana Kemendiktisaintek untuk menutup prodi yang dianggap tidak sesuai dengan sektor industri nasional berangkat dari satu asumsi: banyaknya lulusan yang tidak terserap di dunia kerja. Namun, pertanyaannya, apakah menutup program studi benar-benar menyelesaikan persoalan itu?

Masalahnya lebih mendasar. Yang perlu dibenahi bukan sekadar daftar prodi, melainkan tata kelola pendidikan tinggi itu sendiri. Alih-alih penutupan, yang dibutuhkan adalah perbaikan sistemik—dari kurikulum, kualitas pembelajaran, hingga relasi dengan dunia kerja dan masyarakat. Sepinya peminat tidak serta-merta berarti suatu disiplin kehilangan relevansi. Dalam konteks ini, prinsip subsidiaritas antarprodi menjadi penting: program studi kecil tetap layak dipertahankan jika memiliki urgensi intelektual dan sosial.

Note: Early-career defined as ages 22 to 27. Source: Federal Reserve Bank of New York. Data for calendar year 2023; published in February 2025. Source: CNBC

Universitas-universitas besar dunia seperti Harvard University dan University of Cambridge tetap mempertahankan prodi filsafat—meskipun peminatnya tidak sebesar bidang lain. Ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak semata-mata mengikuti logika pasar, tetapi juga menjaga fondasi intelektual dan kultural.

Oleh karena itu, menutup prodi-prodi humaniora dan bidang lain yang dianggap “tidak relevan” dengan sektor industri bukanlah langkah maju, melainkan kemunduran—bagi kebudayaan, dan pada akhirnya, bagi peradaban itu sendiri.

Pemerintah perlu menengok pengalaman pendekatan pragmatis yang hanya membuka program studi terapan. Namun, yang terjadi adalah ilmu justru menjadi mandek. Inovasi lahir dari perjumpaan antara ilmu terapan dan ilmu murni. Karena itu, disiplin murni seperti filsafat, sosiologi, dan antropologi tetap krusial sebagai sumber refleksi dan pembaruan.

Jika melihat data program studi dengan tingkat penggaguran terbesar, menariknya, bidang seperti filsafat tidak muncul sebagai penyumbang signifikan. Sebaliknya, beberapa bidang teknis seperti computer engineering dan computer science justru menunjukkan angka pengangguran yang cukup tinggi. Kemungkinan karena sebagian perannya sekarang mulai tergantikan oleh otomatisasi dan AI. Ini menunjukkan bahwa “kedekatan dengan industri” tidak otomatis menjamin relevansi dan keberlanjutan.

BacaJuga

Andrie Yunus dan Teater Teror

Andrie Yunus dan Teater Teror

April 27, 2026
Gerak dan Kesempurnaan Takbir Joget Amerta

Gerak dan Kesempurnaan Takbir Joget Amerta

April 14, 2026
Surabaya: Pusat Kota Dipuji, Pinggiran Tak Digubris

Surabaya: Pusat Kota Dipuji, Pinggiran Tak Digubris

April 10, 2026
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026

Relevansi tidak bisa dipahami secara sempit dan jangka pendek. Ia harus dilihat dalam horizon jangka panjang, yaitu dalam kerangka kemanusiaan yang lebih luas. Pendidikan tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membentuk kemampuan manusia untuk menghadapi masa depan yang belum pasti.


Gambar utama diolah dengan ChatGPT.


Tags: Dunia KerjaKemendiktisaintekPendidikan
SummarizeShare234Send
Previous Post

Andrie Yunus dan Teater Teror

Anastasia Jessica

Anastasia Jessica

Dosen di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya.

Related Posts

Andrie Yunus dan Teater Teror
Narasi

Andrie Yunus dan Teater Teror

by Simon Untara
April 27, 2026
0

Pada 12 Maret 2026, Andrie Yunus disiram air keras. Ia mengalami luka bakar pada sebagian tubuh dan mata kanannya rusak...

Read moreDetails
Gerak dan Kesempurnaan Takbir Joget Amerta

Gerak dan Kesempurnaan Takbir Joget Amerta

April 14, 2026
Surabaya: Pusat Kota Dipuji, Pinggiran Tak Digubris

Surabaya: Pusat Kota Dipuji, Pinggiran Tak Digubris

April 10, 2026
Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

Hari ini,1 April 28 tahun Lalu, Bimo Diculik

April 1, 2026
Menakar Pendidikan Berorientasi Pasar

Menakar Pendidikan Berorientasi Pasar

Maret 31, 2026
Apakah Ateisme Sudah Ketinggalan Jaman?

Krisis Spiritual, Derita Masyarakat Modern

Maret 6, 2026
Berjalan Kaki di Kota Surabaya Seperti Bertaruh Nyawa

Berjalan Kaki di Kota Surabaya Seperti Bertaruh Nyawa

Februari 23, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IDENERA adalah media jurnalisme kepentingan publik yang berbasis di Surabaya. Kami tumbuh sebagai ruang jurnalisme berbasis komunitas yang menggabungkan semangat aktivisme, sukarela, kolaborasi, dan solidaritas warga.

Artikel Terbaru

Idenera Documentary

https://www.youtube.com/watch?v=TTzYdKzoHJk
  • Pedoman Hak Jawab
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Pedoman Penggunaan AI
  • Kebijakan Privasi
  • Diskusi
  • Mitra Karya

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Ide
    • Lingkungan
    • Filsafat
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Telusur
    • Foto
  • Narasi
    • Warga
    • Kampus
  • Kolaborasi
    • Kampung Kota
  • Sastra
    • Novel
    • Cerpen
  • Redaksi
    • Tentang Idenera
  • Dukung Kami

© 2026 IDENERA BY NERA ACADEMIA